Sikap IMM Malang Raya terhadap Kasus Kekerasan di Wadas

Menanggapi kasus kekerasan aparat terhadap warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat, 23 April 2021, IMM Malang Raya melayangkan surat terbuka untuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima Tentara Nasional Republik Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya mengecam tindakan aparat, kepolisian dan TNI, atas tindakan sewenang-wenangnya kepada warga penolak tambang. Dalam surat terbukanya, IMM menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang mengatasnamakan pengamanan negara tersebut tidak sesuai dengan konstitusi. Polisi seharusnya menghormati, melindungi, melayani dan mangayomi serta menjalankan penerapan HAM dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian sesuai Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2009. Sedangkan TNI seharusnya bertugas menjaga wilayah kemanan negara dan tidak terlibat dalam wilayah sipil sesuai dengan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004.

IMM menegaskan 5 poin sebagai berikut:

  1. Menghentikan segala tindakan represif aparat keamanan terhadap masyarakat yang menolak penambangan sumber daya alam untuk pembangunan Proyek Bendungan Bener.
  2. Menghentikan segala upaya kriminalisasi dan membebaskan 12 Warga Wadas,
    Pendamping Hukum yang ditangkap dengan tuduhan tidak berdasar.
  3. Meminta TNI untuk tidak terlibat didalam wilayah sipil.
  4. Mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas oknum aparat yang melakukan kekerasan yang tidak mencerminkan kemanusian.
  5. Meminta kepada pihak yang terlibat dalam kekerasan masyarakat untuk tunduk
    dan patuh terhadap Prinsip-Prinsip Dasar Hak Asasi Manusia.

Lebih lengkapnya silahkan mendownload file terlampir:

Surat Terbuka Kekerasan Oknum Aparat