IMM

Sajak Tawa Tangisku di Seberang

Harap kita , generasi cerdas dan mencerdaskan
Mimpi kita , pemberian berarti untuk bangsa
Muda , Merah bergelimang idealisme usang
Hahaha

Bolehkah aku tertawa ?
Abu muda mengkoyak-koyak sayat demi sayat kita punya kulit
Membara hanguskan mangsa dari rasa sakit
Cemas terusik kantong kering,
Berjalan tegak berkepala miring

Melihat sang pembunuh dan penindas sejati
bertepuk dada mendapati penghormatan tertinggi
Impikan massa pejuang yang tak arang
Tapi srikandi dan dara dara masih dihalang
Pemikiran yang dianggap dewasa tak sesuai bahasa
Seksis otaknya slahkan nafsunya
hahaha

Masih bimbang, gencar Idamkan gelar akademisi
Padahal visi tak elok terbentur dan kalah dengan kondisi
Melainkan tindakan didasari hati masih terbuai ambisi
Masih khayalkan posisi tinggi
Ha ha

Ingin kita, membebaskan jiwa-jiwa
Mendasarkan gerak pada ayat ilahi sejatinya
Tapi enggan” berjibaku masih ada
Siapkan manusia-manusia bertalikan keikhlasan

Tapi.. Masih sering ketenaran dan nama besar berkenalan
Bolehkah aku sela?
Dosakah aku tertawakan raga di depan kaca?
Hahaha

Air mataku jatuh bukan dalam ruang gelap
Melainkan mengalir dalam hati gelap tak berdekap
Sirna
Sebuah isi
Gelas kaca berdasar emas
pantas

Oleh: Muhammad Prasetyo Lanang
Kader IMM Komisariat Aufklarung Teknik-UMM 2016

Kajian Kebudayaan IMM Malang Raya

Gandeng Masyarakat, IMM bahas perihal Kebudayaan

Menggandeng masyarakat Kota Malang, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menggelar diskusi publik membahas kebudayaan di Oksigen Cafe, Malang, Ahad sore (27/1-10/2).

Mengangkat tema besar kebudayaan, agenda yang dilaksanakan tiga pertemuan ini merupakan sikap PC IMM Malang Raya terhadap munculnya sitemen antar golongan masyarakat yang biasa muncul di media massa.

Dari tiga pertemuan yang berlangsung mulai Ahad, (27/1) ini dibahas secara bertahap. Diawali dengan tema “Masyarakat dan Simiosis Kebudayaan”, dilanjut “Meneropong Secara Kritis Kultural Studies dan terakhir “Manifestasi Kebudayaan dalam Arus Perubahan,” yang disajikan oleh Havid Alfan aktivis Kota Malang.

Ketua Bidang Seni Budaya dan Olah Raga (SBO) PC IMM Malang Raya, Rohiman Hidayat mengungkapkan, Kegiatan ini penting diadakan. Mengingat masyarakat perlu memahami esensi kebudayaan sebagai ruh dari peradaban umat manusia. Ia berharap forum dapat menjadikan masyarakat semakin toleran akan perbedaan.

Melihat antusias masyarakat dari tiga pertemuan tersebut, PC IMM Malang Raya akan agendakan follow-up agar pembahasan kebudayaan dapat berkelanjutan. “Setelah ini Kita akan berkolaborasi dengan organisasi dan komunitas lain di Malang untuk membahas kebudayaan lebih lanjut,” tambah Rohiman.

Farida Alvani, salah satu peserta dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menanggapi forum semacam ini adalah forum yang penting untuk diadakan. Bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan diperlukan untuk memenuhi pemahaman mahasiswa agar tidak buta terhadap perbedaan, “Forum seperti ini harus sering diadakan untuk meningkatkan pemahaman kita mahasiswa, karena pembahasan seperti ini tidak kami dapatkan di bangku perkuliahan,” tukasnya. (git)

festival Kebangsaan

IMM Malang Raya Angkat Bicara Soal Berita Hoaks Festival Kebangsaan

IMM-MALANG.ORG – Jumat, (5/4) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya menegaskan kembali mengenai pesan yang viral di Whatsapp tentang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai alat kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah tidak benar (hoaks).

Dalam pesan hoaks tersebut berisikan, “Copas dari grup IMM Malang Raya ’18, UMM sebagai alat kampanye PDI-P. Pada pesta demokrasi ini banyak calon legislatif yang memanfaatkan organisasi atau komunitas sebagai alat kampanye,  salah satu di antaranya organisasi pendidikan yaitu UMM”.

Pesan tersebut merujuk pada kegiatan Festival Kebangsaan yang akan diselenggarakan di kampus UMM pada Sabtu, 6 April 2019. Dalam acara tersebut, UMM mengundang Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara utama sekaligus meresmikan fasilitas kampus UMM.

Ketua Umum PC IMM Malang Raya, Irsyad Madjid mengungkapkan, bahwa setiap keputusan yang diambil di internal PC IMM Malang Raya pasti melalui proses berpikir dan analisis yang tajam. Isu receh semacam itu tentu tidak akan lahir dari internal kami, namun dari oknum-oknum yang ingin “mencari panggung” di tengah situasi ini.

“kami mengecam pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong ini dan jika ditemukan, kami akan proses secara keorganisasian dengan tegas,” ungkapnya.

PC IMM Malang Raya sejauh ini telah mengeluarkan maklumat organisasi mengenai festival kebangsaan di kampus UMM tersebut.

Unduh Maklumat PC IMM Malang Raya https://imm-malang.org/?page_id=6719&preview=true

“Kami PC IMM Malang Raya menghimbau agar kader IMM dan masyarakat tidak terpengaruh dengan pesan yang tidak diketahui sumbernya,” imbuh pria asal Makassar tersebut. (ghin/zal/git/syad)