WhatsApp Image 2021-01-23 at 15.30.27

Diskuswati Nasional, Menguatkan Jati Diri Perempuan Yang Sadar Akan Kesetaraan Gender

IMM-MALANG.ORG – Dalam rangka menguatkan jati diri Immawati yang sadar akan kesetaraan gender berbasis Keislaman dan Kemuhammadiyahan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menyelenggarakan agenda Pendidikan Khusus Immawati (Diskuswati) Nasional, (23-25/21) di Rumah Baca Cerdas, Malang.

Kegiatan bertemakan “Wacana Kritis Feminisme Muslim” ini, merupakan gagasan dari Bidang Immawati PC IMM Malang Raya untuk menjawab ketimpangan gender yang terjadi di masyarakat serta minimnya kesadaran mengenai permasalahan tersebut.

Uzlifah, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang yang merupakan pembuka acara menyampaikan bahwa agenda ini penting dilakukan karena perempuan dan anak masih tergolong sebagai kelompok rentan yang sering mengalami masalah, seperti kemiskinan, diskriminasi, dan kekerasan.

“Berbicara tentang perempuan, banyak hasil kajian yang menyebutkan bahwa perempuan dan anak rentan mengalami objektifikasi. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara-negara di seluruh Dunia”

Uzlifah juga menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu, perempuan mulai menunjukkan peran dalam pembangunan. “Perempuan dapat menjadi aktor strategis dalam pembangunan, tidak hanya pembangunan di desa, tetapi juga pembangunan secara nasional yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera.”, ujarnya.

Dalam penutup, Uzlifah menyampaikan pesan bagi seluruh peserta Diksuswati Nasional untuk menjadi inspirator, memiliki mimpi besar, percaya diri dan menjadi pribadi yang  mandiri, serta menerapkan nilai-nilai feminisme Muslim bukan hanya sebagai wacana.

Adapun pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Cabang IMM se-Indonesia, di antaranya berasal dari Malang, Jambi, Medan, Lampung, Tangerang, Ciputat, Jogja, Salatiga, Samarinda, Bali, Sulawesi tengah,  dan berbagai daerah lainnya.

Setelah Pendidikan berakhir, para peserta akan ditugasi untuk membentuk diskusi-diskusi tentang feminisme dan gender yang mencerahkan serta memasifkan media dengan hashtag #ruangamanperempuan untuk mengedukasi masyarakat sesuai dengan ilmu yang didapat dalam Diskuswati Nasional. (gus)

g1

Catatan Akhir Tahun: “Hasrat Kuasa Muslim Kagetan”

IMM-Malang.org – “Banyak fenomena akhir-akhir ini membuat masyarakat Indonesia kaget dan terkejut sehingga fenomena itu selalu menarik untuk menjadi bahan diskusi. Khususnya mayoritas muslim di Indonesia harus jeli dalam menanggapinya agar tidak mengikuti arus yang ada.”

Demikian pengantar dari moderator Maharina Novia dalam acara Catatan Akhir Tahun dengan tema “ Hasrat Kuasa Muslim Kagetan” yang diselenggarakan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute, Rabu (23/12/2020). Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Asisten Rektor Universitas Muhammadiyah Malang UMM, Pradana Boy ZTF dan pengasuh Komunitas Padhang Makhsyar, Kiai Nurbani Yusuf.

Pembahasan pertama disampaikan oleh Pradana Boy, “Muslim kagetan menggambarkan satu situasi dalam dunia kita hari ini ada orang yang tiba-tiba memiliki semangat keislaman yang tinggi, sebetulnya itu baik, tapi tiba-tiba lalu semangat keislaman itu diwujudkan dalam bentuk lisan sebagai sesuatu yang asing. sehingga kalau di luar dari yang dipahami menjadi salah, makannya jadi kaget. kaget orang lain berbeda, kaget melihat ada yang berislam tapi tidak pakai jenggot, ada juga kaget orang memahami al-Quran dengan berbagai macam teori.”

“Jadi istilah ini sebenarnya mengandung makna semantik yang sangat baik. Menggambarkan situasi pemihakan terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada hari ini. orang gampang kaget nalarnya kurang baik atau kurang pergaulan.” jelasnya.

Menyambung tema yang diangkat yaitu kata sarat kuasa, dalam dunia politik di Indonesia baru saja Presiden tiba-tiba mengadakan reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jokowi. Menurutnya, “berita ini mengejutkan, reshuffle kabinet bukan mengejutkan, perang kepentingan itu biasa, dan saling mencari peluang saling mencari kesempatan untuk menjatuhkan menjadi biasa. namun yang menjadi penting adalah ketika kedua yang yang menjadi rival dalam pemilihan umum sudah sama-sama menjadi bagian dari pemerintahan”

“Ini kalau diteorikan demokrasi apa, mungkin sulit mencari teorinya, tapi saya akan mengajukan teori ini yaitu demokrasi gotong royong,” tambahnya.

Pada 10 menit terakhir Asisten Rektor UMM itu menyebut fenomena yang terjadi sebagai “Politik yang cair dan sikap masyarakat yang beku”. Politiknya sudah mencair dengan kedua rival sama-sama menjadi bagian dari pemerintah, sementara di masyarakat beku dengan masih membahas 01 dan 02.

“cara pandang politik sudah menentukan. Satu melihat politik ini sebagai alat, yang lain yaitu muslim kagetan itu menganggap sebagai bagian dari keyakinan”, sesalnya.

Kemudian, pada gilirannya Nurbani Yusuf memulai dengan menyebut bahwa Muhammadiyah sebagai muslim kagetan dan kelompok gagal move on karena sudah mengalami migrasi ideologi.

“kagetan itu kita (Muhammadiyah), Kyai Dahlan 1920 juga mengambil subsidi untuk sekolah dasar yang dirikannya dari kompeni, bukan menolak. Sejak kapan Muhammadiyah anti rezim? NU tetap dengan loyalitasnya, Muhammadiyah istiqomah dengan sikap kritisnya dan keduanya mendapatkan sesuai dengan amal perbuatannya.”, paparnya.

“Jangan heran kalau misalkan dimana-mana banser sudah jadi Kemenag. Tidak hanya itu, Muslimat di DPR RI hampir 35 orang dan gubernur Jawa Timur orang Fatayat bukan orang Aisyiyah. Ini kan problem-problem besar, artinya dulu NU lebih mengambil sikap oposisi terhadap kompeni ada resolusi Jihad, sementara Muhammadiyah kan tidak.” sambungnya.

Muhammadiyah membangun Universitas dan sekolah dalam bidang pendidikan itu merupakan jihad yang dipahami oleh Islam kosmopolit itu jihad melawan kebodohan, membangun rumah sakit itu jihad melawan kemusyrikan agar orang tidak ke dukun tapi ke rumah sakit dan klinik, ada MDMC dan baitulmal itu jihad melawan kemiskinan agar orang tidak pergi ke rentenir, itu yang dipahami oleh KH ahmad Dahlan tentang jihad dalam menurut islam kosmopolit.

“Dilingkungan masyarakat kita masih banyak yang menyikapi suatu fenomena dengan kaget atau bahkan yakin kebenarannya. Sehingga perlu banyak
forum-forum merawat kemanusian seperti RBC, gazebo literasi, dan padhang masyar itu adalah kanal untuk merawat, tidak hanya merawat kemanusiaan tapi juga merawat pemikiran kyai Ahmad Dahlan. Itu bermuhmmadiyah dengan benar dan kembali pada khitah Muhammadiyah.” Ujar Nurbani pada akhir sesi penyampaiannya. (gus)

klmy

Pengumuman Peserta Workshop Kalimaya

PESERTA WORKSHOP KALIMAYA

 

No Nama Lengkap Asal Komisariat
1 Yernati Ulfazah Purifikasi
2 Arin Budi Asmara Juwita Purifikasi
3 Rismayanti Raushan Fikr
4 Amelia Nuril Fajriyani Instruktur Cabang
5 Nanda Garintralia Kusnanto Revivalis
6 Putri Ayu Andina Revivalis
7 Hidayatul Fiqhiyah Nur Wahidah Pelopor
8 Tito Amin Ash. Shiddieqy Fastcho
9 Yuwansyari Bayu Pramudyo Fastcho
10 Rizki Dwiputri Fastcho
11 Nor Aida Santi Supremasi
12 Revy Haiqal Fiqri Supremasi
13 Fauzan Diyan Pratama Supremasi
14 Rafida Az-Zahra Savira Ramadhanty Fastcho
15 M.Afanul Qarim Supremasi
16 Angga Priyanto Tamaddun
17 Muhamad Rizky Alfathir Resurgence
18 Vita Agustiawati Putri Reformer
19 Dofa Ibrah Lil Insan Purifikasi
20 Nanda Duwi Oktaviana Instruktur Cabang
21 Andi Zainuddin Japeri Restorasi
22 Zahrah Rafifah Instruktur Cabang
23 Quni Masruroh Instruktur Cabang
24 Saidatun Nia Instruktur Cabang
25 Muhammad Ifan Ady Winata Instruktur Cabang
26 Alif Firdhi Al Faqih Reformer
27 Ahmad Fauzan Azhim Instruktur Cabang
28 Eka Rohmatun Nazilah Pelopor
29 Abdullah Said Acacia Science
30 Nasirotul Wildah Acacia Science
31 Miftah ‘Aliyil ‘Ilmi Instruktur Cabang
32 Zakiyah Natasya Resurgence
33 Lintang Miftahul Rizki SAINTEK
34 Ady Nurcholi Ma’ruf EKSTRA
35 Zinedine Gita Bestari Restorasi
36 Mohammad Daffa Alfarozi Restorasi
37 Taufik Hidayat Tamaddun
38 Imam Fahrudin Tamaddun
39 Revi Nadianti Siswanto Tamaddun
40 Athiyah Laila Hijriyah Tamaddun
41 Mila Afidah Rahmah Fuurinkazan
42 Sri Wahyuningsih Raushan Fikr
43 Tifatul Umayah Adolesensi
44 Mohammad Syahrul Ramdhani Al Mubarok Supremasi
45 Ahmad Danial Santoso Resurgence
46 Fahmi Anhari Fachrudin Adolesensi
47 Rinda Nuryantika Laila Rahmadhani Aufklarung
48 Yuliana Ika Sukma Rahmawati Titanium
49 Nur Arifin Aufklarung
50 Hanifah Rahmawati Fuurinkazan
51 Gilang Mahirul Mursyid Instruktur Cabang
52 Ahmad Panji Baihaqi Revivalis
53 Nikmatul Munawwarah Aufklarung
54 Zaahin Nadhifah SAINTEK
55 Deni Rahmat Restorasi
56 Daidara Ma’rifatul Laillatiffa Instruktur Cabang
57 Riswanda Ziyad Kafa Fuurinkazan
58 Abdika Rohmawan EKSTRA
59 Nur Izza Maulidiya EKSTRA
60 Muhammad Islah Bebe Kewa Raushan Fikr
61 Khofifah Nur Sabrina Restorasi
62 Handykha Bayangkara Aufklarung
63 Sirajul Itsnata Putra EKSTRA
64 Nuranisa Renaissance
65 Ahmad Ashim Muttaqin Renaissance
66 Zainul Fikri Instruktur Cabang
67 Cadar Muhammad Renaissance
68 Bagus Rizky Handoko Instruktur Cabang

 

WhatsApp Image 2020-08-21 at 19.59.21

Hasil Tanwir IMM Tetapkan Muktamar Diundur Dan Tegas Menolak Omnibus Law Hingga Penembakan Immawan Randi

IMM-MALANG.ORG – Tanwir yang dihadiri oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan  Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) seluruh Indonesia, usai dilakukan. (20/08/20)

Jalannya persidangan yang dipimpin oleh Immawan Baikuni Alshafa mendapatkan tanggapan yang berisi narasi–narasi positif dari sebagian besar peserta musyawarah saat mengikuti jalannya persidangan Tanwir.

Baikuni Alshafa, juga memberikan gambaran kenapa muktamar diundur, selain gambaran dari putusan PP Muhammadiyah, kondisi pandemi, serta tidak memungkinkannya dilaksanakan mukatamar secara daring.

Adapun hasil Tanwir IMM yang ke XXIX memutuskan hal berikut:

Pertama, mengesahkan penundaan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke-19 di Sulawesi Tenggara.

Kedua, Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dilaksanakan pada bulan Agustus 2021.

Ketiga, apabila situasi pandemi telah aman, dalam tinajuan kesahatan, maka Muktamar IMM dapat dilaksanakan sebelum bulan Agustus 2021.

Keempat, segala konsekuensi atas penundaan Muktamar IMM yang berkaitan dengan regulasi organisasi, dan perpanjangan masa jabatan ditetapkan secara sah.

Kelima, kaitan dengan penundaan Muktamar maka Muyawarah Daerah (Musyda) DPD IMM dengan sendirinya ditunda atau dimundurkan (seperti halnya dalam masa jabatan di dalam AD/ART IMM). Adapun Musyawarah setingkat Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Komisariat dapat dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan.

Keenam, sesuai dengan kewenangan yang ada, DPP IMM dapat segera menindaklanjuti hal-hal yang berkaitan dengan persiapan Muktamar, Steering Comitte, Organizing Comitte, dan Panitia pemilihan serta melakukan sosialisasi lanjutan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kesiapan Muktamar.

Ketujuh, Forum Musyawarah Tanwir Mengamanahkan kepada DPP IMM untuk merumuskan panduan permusyawaratan tingkat Cabang dan Komisariat, serta merumuskan Sistem Operasional Prosedur (SOP) Perkaderan Utama, Darul Arqam Dasar, Darul Arqam Madya, dan Darul Arqam Paripurna di masa pandemi dan mentanfidzkan untuk menjadi panduan permusyawaratan dan perkaderan.

Tanwir XXIX IMM yang diselenggarakan secara daring ini juga membahas situasi terkini dan peran-peran yang dapat dimaksimalkan oleh IMM se-Indonesia. Pembahasan itu akan dituangkan dalam rekomendasi.

Beberapa hal yang disoroti IMM, di antaranya RUU Omnibus Law. IMM di setiap tingkatan agar terlibat aktif melakukan penolakan terhadap RUU kontroversial tersebut. Selain itu, Forum Tanwir juga meminta pihak kepolisian agar menuntaskan kasus penembakan pada kadernya, Randi. Yang tewas ketika melakukan aksi demonstrasi di Sulawesi Tenggara, September 2019.

Dalam kegiatan Tanwir yang dilaksanakan DPP IMM tersebut, turut hadir, memberikan sambutan dan membuka acara, Prof. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah),  Drs. Mohamad Agus Samsudin, M.M (Anggota Konsil Kedokteran Indonesia), dan dr. Ahmad Muttaqin Alim (Wakil Ketua MCCC Muhammadiyah).

Prof. Haedar Nashir berpesan dalam pidatonya, yang disampaikan antara lain mengenai kaderisasi IMM. Beliau menekankan, untuk dapat meningkatkan kaderisasi secara sistematis dan intensif.

“Tingkatkan kaderisasi agar bisa berjalan dengan baik, juga bisa menghasilkan kader ikatan yang sesuai harapan peryarikatan, umat, dan bangsa. Sehingga ke depan, kader IMM bukan hanya dapat berdiaspora di dalam struktur internal maupun eksternal, tetapi juga memainkan peran strategis di kancah nasional” Imbuhnya.

Terahir beliau berpesan kepada seluruh kader IMM dimasa mendatang akan lebih berat dibandingkan tugas kami sekarang.

“Tugas anda lebih berat dimasa mendatang dibandingkan tugas kami sekarang,”pungkasnya. (gus)

Maklumat IMM Malang Raya terkait COVID-19

Pimpinan Cabang IMM Malang Raya menyatakan prihatin terhadap fenomena pandemi Covid-19 sepanjang akhir 2019 sampai hari ini. Mengingat, kasus pandemi ini di Malang Raya terus bertambah dari waktu ke waktu. Wilayah Malang Raya yang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur telah dinyatakan sebagai Zona Merah penyebaran pandemi Covid-19. Fenomena yang terjadi pada hari ini merupakan fenomena yang tidak bisa dipandang sebelah mata apalagi dipandang remeh, sebab berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu semua elemen masyarakat, khususnya pemerintah dan pimpinan serta kader IMM di lingkup Malang Raya perlu berkolaborasi dalam upaya menekan laju pandemi ini.

Merujuk pada data seruan World Health Organization (WHO), Seruan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Arahan Pemda lingkup Malang Raya, Surat Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 02/MLM/1.0/H/2020 Tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Surat Maklumat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) terkait  pandemi ini dan seterusnya.

Maka dari itu PC IMM Cabang Malang menyampaikan maklumat kepada pemerintah dan khususnya seluruh pimpinan dan kader di lingkup IMM Malang Raya. Semua elemen masyarakat, khususnya pemerintah dan pimpinan serta kader IMM di lingkup Malang Raya diharapkan bisa berkolaborasi dalam menekan laju pandemi ini.

Maklumat terkait COVID-19