Indonesia_2

Memaknai Kemerdekaan Indonesia

Ditulis dalam detik-detik menuju peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-75

Peringatan kemerdekaan menjadi salah satu momentum yang tepat untuk memaknai kembali kemerdekaan. Mengenal penjajah baru, mengetahui sistem penjajahan baru, memperjuangkan kemerdekaan baru, dari hal tersebut kita bisa mengatasi dan melihat masa depan bangsa ini. Berjuang dengan gaya baru, dengan semangat dan pemikiran baru untuk bangsa.

Merdeka, kata yang lekat dengan kebebasan dan kemandirian. Sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Namun usia ¾ abad itu belum mampu Memerdekakan bangsa seutuhnya. Banyak bermunculan penjajah dan penjajahan gaya baru.

Perjalanan Indonesia selama 75 tahun kebelakang tidaklah mudah, rasa sakit serta rasa sedih yang menyertai selama ini membentuk cita dan asa untuk selalu berjalan memajukan Indonesia. Jalan panjang, terjal, berlubang, hancur lebur, menunggu kita didepan untuk tetap berjalan bersama bangsa ini, bangsa Indonesia.

Melihat realitas, membaca sejarah, lalu berfikir serta membayangkan bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang perlu kita mulai, bukan hanya pada saat ini -17 Agustus- tetapi setiap saat, sebagai bentuk memaknai kemerdekaan bangsa ini, bangsa Indonesia.

Membayangkan bagaimana kondisi para pejuang, yang entah namanya akan diabadikan atau tidak, tetapi yang dia tau hanyalah untuk kemerdekaan bangsanya. Kemerdekaan yang dampaknya sangat signifikan bagi kita semua saat ini. Pertanyaan nya ialah, jika saja kita dijajah pada saat ini, dengan bentuk dan penjajahan gaya baru, apakah kita masih berfikir sebagai pejuang dahulu?

Membayangkan bagaimana para pemuda dengan semangat api nya, ikut mendorong kaum tua serta memberikan tenaga dan pikiran yang fresh dan baru terhadap pergerakan kemerdekaan Indonesia untuk menumbangkan kolonialisasi penjajah. Apakah kita sanggup, sebagai kaum muda yang katanya Millenial ini untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran seperti pada saat dahulu?

Membayangkan bagaimana para perwakilan masyarakat atau para pemimpin untuk memperjuangkan melalui diplomasi melalui agumen tanpa ragu ketika berhadapan dengan para

penjajah, atau pemimpin diakar rumput untuk mengkomandoi tanpa gentar melawan tentara kolonial, atau membayangkan bagaimana para pemikir untuk merumuskan yang lantang dan berani untuk memperjuangan bangsanya dibawah tekanan para penjajah. Sekali lagi, apakah kita sanggup, jika saja kita berada dalam posisi tersebut, dengan peristiwa pada saat ini?

Dari hal tersebut, mari kita berfleksi dan berfikir kedepan serta bertanya mengapa kita harus memaknai kemerdekaan ini. Bertanya dan berpikir perlukah kita berjalan melanjutkan di jalan yang terjal ini untuk bangsa Indonesia?

Oleh: Adi Fauzanto

Sekertaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Malang Raya 2020-2021

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *