WhatsApp Image 2020-08-21 at 19.59.21

Hasil Tanwir IMM Tetapkan Muktamar Diundur Dan Tegas Menolak Omnibus Law Hingga Penembakan Immawan Randi

IMM-MALANG.ORG – Tanwir yang dihadiri oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan  Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) seluruh Indonesia, usai dilakukan. (20/08/20)

Jalannya persidangan yang dipimpin oleh Immawan Baikuni Alshafa mendapatkan tanggapan yang berisi narasi–narasi positif dari sebagian besar peserta musyawarah saat mengikuti jalannya persidangan Tanwir.

Baikuni Alshafa, juga memberikan gambaran kenapa muktamar diundur, selain gambaran dari putusan PP Muhammadiyah, kondisi pandemi, serta tidak memungkinkannya dilaksanakan mukatamar secara daring.

Adapun hasil Tanwir IMM yang ke XXIX memutuskan hal berikut:

Pertama, mengesahkan penundaan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke-19 di Sulawesi Tenggara.

Kedua, Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dilaksanakan pada bulan Agustus 2021.

Ketiga, apabila situasi pandemi telah aman, dalam tinajuan kesahatan, maka Muktamar IMM dapat dilaksanakan sebelum bulan Agustus 2021.

Keempat, segala konsekuensi atas penundaan Muktamar IMM yang berkaitan dengan regulasi organisasi, dan perpanjangan masa jabatan ditetapkan secara sah.

Kelima, kaitan dengan penundaan Muktamar maka Muyawarah Daerah (Musyda) DPD IMM dengan sendirinya ditunda atau dimundurkan (seperti halnya dalam masa jabatan di dalam AD/ART IMM). Adapun Musyawarah setingkat Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Komisariat dapat dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan.

Keenam, sesuai dengan kewenangan yang ada, DPP IMM dapat segera menindaklanjuti hal-hal yang berkaitan dengan persiapan Muktamar, Steering Comitte, Organizing Comitte, dan Panitia pemilihan serta melakukan sosialisasi lanjutan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kesiapan Muktamar.

Ketujuh, Forum Musyawarah Tanwir Mengamanahkan kepada DPP IMM untuk merumuskan panduan permusyawaratan tingkat Cabang dan Komisariat, serta merumuskan Sistem Operasional Prosedur (SOP) Perkaderan Utama, Darul Arqam Dasar, Darul Arqam Madya, dan Darul Arqam Paripurna di masa pandemi dan mentanfidzkan untuk menjadi panduan permusyawaratan dan perkaderan.

Tanwir XXIX IMM yang diselenggarakan secara daring ini juga membahas situasi terkini dan peran-peran yang dapat dimaksimalkan oleh IMM se-Indonesia. Pembahasan itu akan dituangkan dalam rekomendasi.

Beberapa hal yang disoroti IMM, di antaranya RUU Omnibus Law. IMM di setiap tingkatan agar terlibat aktif melakukan penolakan terhadap RUU kontroversial tersebut. Selain itu, Forum Tanwir juga meminta pihak kepolisian agar menuntaskan kasus penembakan pada kadernya, Randi. Yang tewas ketika melakukan aksi demonstrasi di Sulawesi Tenggara, September 2019.

Dalam kegiatan Tanwir yang dilaksanakan DPP IMM tersebut, turut hadir, memberikan sambutan dan membuka acara, Prof. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah),  Drs. Mohamad Agus Samsudin, M.M (Anggota Konsil Kedokteran Indonesia), dan dr. Ahmad Muttaqin Alim (Wakil Ketua MCCC Muhammadiyah).

Prof. Haedar Nashir berpesan dalam pidatonya, yang disampaikan antara lain mengenai kaderisasi IMM. Beliau menekankan, untuk dapat meningkatkan kaderisasi secara sistematis dan intensif.

“Tingkatkan kaderisasi agar bisa berjalan dengan baik, juga bisa menghasilkan kader ikatan yang sesuai harapan peryarikatan, umat, dan bangsa. Sehingga ke depan, kader IMM bukan hanya dapat berdiaspora di dalam struktur internal maupun eksternal, tetapi juga memainkan peran strategis di kancah nasional” Imbuhnya.

Terahir beliau berpesan kepada seluruh kader IMM dimasa mendatang akan lebih berat dibandingkan tugas kami sekarang.

“Tugas anda lebih berat dimasa mendatang dibandingkan tugas kami sekarang,”pungkasnya. (gus)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *