Orasi Politik Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu (Hafiz/Tim Media)

May Day, Mahasiswa di Malang Bicara Kesejahteraan Buruh

IMM-MALANG.ORG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu (AMMB) menuntut kesejahteraan buruh dan hak demokrasi rakyat sepenuhnya.

Tuntutan itu disampaikan pada aksi Hari Buruh Internasional atau May Day yang berlangsung di Balai Kota Malang, Rabu pagi (1/5).

Ali, perwakilan perangkat aksi mengungkapkan, buruh saat ini hanya menjadi objek dalam kegiatan produksi. Di negara demokrasi, buruh mesti diberikan ruang sepenuhnya untuk berserikat dan menentukan kebutuhan upah dengan berdialog bersama pemerintah.

“Tapi sayang, presiden-presiden serikat buruh saat ini tidak lagi seutuhnya mengedepankan kepentingan dan hak buruh. Saat ini presiden-presiden serikat banyak membohongi buruh. Seperti misalnya kenaikan upah buruh katanya bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Padahal hukum sendiri tidak berpihak pada buruh,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Undang-undang (UU) yang ada baik UU No.13 Tahun 2003 maupun Peraturan Pemerintah 78 Tahun 2015 merupakan peraturan yang tidak berpihak pada kaum buruh.

“Inilah yang terjadi pada serikat-serikat buruh besar nasional saat ini. Dari itu, kami ingin memotong keadaan tersebut. Mengajak kelas pekerja Indonesia untuk dapat bersatu menuntut haknya, baik mengenai upah ataupun berserikat,” tambahnya. (git)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *