IMM, Bersama Masyarakat Investasi Kesehatan untuk Indonesia yang Berkelanjutan

Investasi sering dikenal dengan istilah penanaman modal, yang mana dalam jangka panjang diharapkan dapat memberikan keuntungan di masa mendatang. Peningkatan investasi diyakini memiliki kontribusi  sebagai pengungkit terhadap  bergeraknya pembangunan  ekonomi suatu bangsa. Sebagian ahli ekonomi memandang pembentukan investasi merupakan faktor penting yang memainkan peran strategis  terhadap pembangunan ekonomi suatu negara.

Pembangunan ekonomi suatu negara tentu erat kaitannya dengan tujuan negara. Sudah tentu, negara didirikan, dipertahankan, dan dikembangkan untuk kepentingan seluruh warga negaranya, terutama untuk menjamin dan memajukan kesejahteraannya.

Di negara maju seperti Canada, dalam menilai kesejahteraan warga negaranya menggunakan beberapa indikator yang mana tidak hanya berfokus pada indikator ekonomi saja seperti peningkatan perkapita yang menunjukkan pendapatan yang tinggi warga negaranya, tetapi juga memperhatikan indikator lainnya seperti halnya kesehatan; usia harapan hidup, status kesehatan, dan tingkat kematian bayi.

Tentu sudah sepantasnya negara berkembang mencatat betul point yang menjadi kunci kesuksesan negara maju. Bahwa penting untuk memperhatikan indikator kesehatan juga dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sebab hal ini sangat mempengaruhi kuantitas serta terutamanya kualitas dari sumber daya manusianya.

Korelasi keduanya adalah dengan pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah pelbagai masalah kesehatan yang beresiko dialami oleh masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan yang mana dapat pula meningkatkan produktivitas seseorang.  Dengan begitu, ketika produktivitas seseorang meningkat, maka produktivitas negara juga akan meningkat, dan pendapatan negara akan melaju pada grafik peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengingat sepintas negara maju tetangga, Singapura, Korea, dan Jepang merupakan negara maju yang telah dikenal seantero, tetapi jika dibandingkan dengan Indonesia, sumber daya alamnya tidak melimpah seperti di Indonesia. Namun hal ini tidak dapat membantu Indonesia untuk menjadi negara maju selagi kualitas dari sumber daya manusianya dirasa masih kurang.

Seperti yang telah dikatakan oleh Bapak Sutrisno Bachir ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bahwa yang harus diprioritaskan dalam membangun ekonomi Indonesia adalah sumber daya manusianya, karena dibuang sayang jika sumber daya alam yang menjadi kekayaan negara kita tidak dapat termanfaatkan dengan baik oleh karena sumber daya manusianya yang kurang mumpuni.

Salah satu bukti nyatanya adalah masih tingginya angka gizi buruk dan kasus stunting di Indonesia merujuk pada hasil riskesdas 2018, yakni angka gizi buruk dan gizi kurang pada 17,7% dan angka stunting (kerdil) pada 30,8%, yang masih berada di bawah standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni di bawah 10%.

Mengapa gizi dan stunting menjadi hal yang sangat disoroti dalam hal ini? Karena gizi merupakan indikator terpenting seseorang dikatakan sehat dan stunting merupakan salah satu bukti kegagalan dari kualitas gizi seseorang. Menurut Kemenkes, sudah seharusnya bangsa ini menuju masa depan yang cerah dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Dengan mewujudkan manusia indonesia prima, dapat membentuk warga yang sehat, cerdas, dan produktif.

Warga yang sehat ditunjukkan oleh daya tahan tubuh yang kuat, tidak mudah sakit, berumur panjang, dan mampu bergaul di masyarakat sesuai norma sosial yang dianut. Cerdas ditunjukkan oleh kemampuan menyerap ilmu pengetahuan dengan baik dan menerapkannya untuk keperluan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan produktif adalah kemampuan bekerja dengan baik untuk menghasilkan barang dan atau jasa yang bernilai ekonomis guna mencukupi kebutuhan hidup baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

Oleh karena itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah terutama di Malang Raya dalam hal ini mencermati betul bahwa penting untuk merubah paradigma masyarakat selama ini, bahwa investasi hanya berupa hal yang berhubungan dengan pendapatan dan infrastruktur negara saja, tetapi investasi kesehatan juga hal yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Melebur bersama masyarakat bukanlah hal yang mudah, membutuhkan pendekatan yang baik dan tepat. Melalui bina desa diharapkan dapat menjadi langkah yang paling strategis dalam implementasi investasi kesehatan, dengan mengupayakan beberapa hal, seperti : memberikan fasilitas kesehatan seperti adanya cek kesehatan gratis perbulannya, membentuk kader kesehatan, sosialisasi kesehatan dalam sikap preventif terhadap penyakit, mengajak warga kerja bakti untuk memberantas sumber penyakit, dan lain sebagainya.

Melalui bina desa juga mampu menyatukan antara mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga diharapkan terjadi interaksi sosial guna lebih mengasah kepekaan dan kritis mahasiswa terhadap lingkungannya. Dengan ini juga mampu meringankan beban pemerintah dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung.

.

.

Oleh :
Ryzka Faradiana
Kader IMM Komisariat Al-Zahrawi UMM 2017

Share This Post

Leave a Reply