Gandeng Masyarakat Malang, IMM Bahas Kebudayaan

Menggandeng masyarakat Kota Malang, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menggelar diskusi publik membahas kebudayaan di Oksigen Cafe, Malang, Ahad sore (27/1-10/2).

Mengangkat tema besar kebudayaan, agenda yang dilaksanakan tiga pertemuan ini merupakan sikap PC IMM Malang Raya terhadap munculnya sentimen antar golongan masyarakat yang biasa muncul di media massa.

Dari tiga pertemuan yang berlangsung mulai Ahad, (27/1) ini dibahas secara bertahap. Diawali dengan tema “Masyarakat dan Simiosis Kebudayaan”, dilanjut “Meneropong Secara Kritis Kultural Studies” dan terakhir “Manifestasi Kebudayaan dalam Arus Perubahan,” yang disajikan oleh Havid Alfan aktivis Kota Malang.

Havid menyampaikan bahwa memahami konteks kebudayaan diperlukan kepekaan sosial. “Dengan tanda-tanda kita akan paham mengenai lingkungan sekitar. Untuk mengetahui profesi masyarakat misalnya, jika wilayah tersebut adalah pesawahan dan perkebunan, dapat dipastikan kebanyakan masyarakat berprofesi sebagai petani,” tuturnya.

Ketua Bidang Seni Budaya dan Olah Raga (SBO) PC IMM Malang Raya, Rohiman Hidayat mengungkapkan, kegiatan ini penting diadakan. Mengingat masyarakat perlu memahami esensi kebudayaan sebagai ruh dari peradaban umat manusia. Ia berharap forum dapat menjadikan masyarakat semakin toleran akan perbedaan.

Melihat antusias masyarakat dari tiga pertemuan tersebut, PC IMM Malang Raya akan agendakan follow-up agar pembahasan kebudayaan dapat berkelanjutan. “Setelah ini Kita akan berkolaborasi dengan organisasi dan komunitas lain di Malang untuk membahas kebudayaan lebih lanjut,” tambah Rohiman.

Farida Alviani, salah satu peserta dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menanggapi forum semacam ini adalah forum yang penting untuk diadakan. Bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan diperlukan untuk memenuhi pemahaman mahasiswa agar tidak buta terhadap perbedaan, “Forum seperti ini harus sering diadakan untuk meningkatkan pemahaman kita mahasiswa, karena pembahasan seperti ini tidak kami dapatkan di bangku perkuliahan,” tukasnya. (git)

Share This Post

Leave a Reply