Teknologi, Tuhan Baru Generasi Millenial

Istilah generasi millennial kini sudah tidak asing lagi untuk didengar. Istilah tersebut berasal dari millenials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Millenial generation atau generasi Y adalah kelompok demografi setelah generasi X (Gen-X). Para ahli biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran dalam kelompok ini dan pertengan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Generasi millennial ditandai dengan gaya hidup yang selalu serba instan, peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Hal itu akan mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda dan menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan krisis sosial-ekonomi jangka panjang yang merusak generasi ini.

Banyak mahasiswa sekarang yang termasuk ke dalam generasi millennial. Dimana kita lebih sibuk untuk memainkan gadget dari pada yang lain. Contohnya saja, kita sebagai mahasiswa pasti malas untuk mencatat omongan dosen yang sedang menerangkan, jika dosen menerangkan dengan presentasi power point (ppt) pasti hanya di foto. Selain itu juga ketika kita sudah berkumpul dengan teman-teman pasti semua sibuk dengan gadget nya, mereka menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh. Artinya apa, yang jauh yang tidak kumpul dengan kita bisa berkomunikasi dengan kita, dan yang dekat dengan kita ketika kumpul kita abaikan.

Kini gadget semakin canggih, semakin banyak mahasiswa yang gengsi jika gadget nya tidak canggih seperti punya temannya. Mahasiswa semakin gila jika harus terus menerus menuruti kecanggihan teknologi yang semakin berkembang dengan cepat ini. Jika seorang mahasiswa yang bisa mencari uang sendiri dengan tidak meminta uang kepada orang tua, boleh kalian menuruti diri sendiri dengan keinginan ini itu, tetapi jika kalian belum bisa maka terima apa adanya, jangan menuruti gengsi yang ada. Di era sekarang, banyak mahasiswa yang menutupi dirinya bahwa sebenarnya ia belum mampu tetapi ia paksakan untuk beli gadget yang mahal, entah dengan memakai uang spp atau dpp atau bagaimana pun caranya.

Apapun yang dibutuhkan mahasiswa memang selalu ada di gadget, contoh nya seperti kamus bahasa inggris, kamus bahasa Indonesia, jika mereka membawa kamus yang tebal pasti keberatan, dan dengan membawa hp mereka merasa ringan. Kini apapun serba instan, tidak mencari kata per kata yang rumit dalam kamus, hanya tinggal mengetik kata apa yang sedang dicari pasti langsung keluar. Gadget juga bisa digunakan untuk bisnis online, melalui akun instagram kita bisa berjualan barang dengan online, endorse barang.

Gadget tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada koneksi internet. Koneksi internet kini membutuhkan uang untuk membeli paket data atau membayar jaringan WiFi. Uang yang semestinya digunakan untuk makan, untuk kebutuhan lainnya, pasti digunakan untuk membeli paket data. “Aku gapapa ga makan, yang penting gadget ku ada paket datanya” demi gadget mereka rela tidak makan, apakabar orang yang miskin yang kelaparan yang ingin makan hanya dengan nasi saja? Mereka susah untuk mendapat uang untuk beli beras, apalagi mahasiswa sekarang yang lebih memilih untuk gadget dari pada perut.

Generasi millennial saat ini pasti sangat jarang untuk menonton tv, dan pasti tontonannya yaitu YouTube untuk menonton para vlogger dengan tayangan kegiatan sehari-hari nya, tutorial makeup, tutorial memasak, dll atau IndoXX1 untuk menonton film. Selain itu juga, pasti mereka jarang untuk membaca Koran yang berisi berita-berita, yang dibaca hanya media online seperti line today atau media online lainnya.

Teknologi yang semakin canggih kini membuat kita semakin malas untuk melakukan sesuatu. Dalam dunia pendidikan atau dunia kerja juga tak lengkap rasanya jika tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada sekarang. Tidak heran jika kaum millennial saat tidak bisa melepas gadget dari genggamannya. Maka dari itu sebagai generasi millennial harus memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya, agar bermanfaat untuk kedepannya.

.

.

Oleh : Immawati Roisyatul Mufidah
Kader IMM Malang Raya

Share This Post

Leave a Reply