Sekali IMM Tetap IMM

Latar belakang historis berdirinya Ikatan Mahasiswa muhammadiyah merupakan bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang merupakan organisasi otonom di bawah naungan Persyarikatan Muhammaddiyah. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki basis masa para mahasiswa dan bergerak diranah kemahasiswaan, hidup tumbuh dan berkembang di Perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) dan diluar perguruan tinggi muhammadiyah (Non PTM).

Hadirnya Ikatan mahasiswa muhammaddiyah dirasa perlu, guna membantu mewujudkan cita-cita Muhammadiyah, yaitu menjadikan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Melihat keseriusan Muhammadiyah pada kala itu dalam melihat proses kaderisasi. Maka, pada kongres seperempat abad Muhammadiyah (Kongres ke-25) pada tahun 1936 di Jakarta yang pada waktu itu PP Muhammadiyah diketuai oleh KH. Hisyam telah diputuskan bahwa Muhammadiyah akan mendirikan suatu Perguruan Tinggi. Berawal dari pendirian Perguruan Tinggi inilah yang membuat Muhammadiyah perlu membentuk suatu wadah bagi kader di ranah kemahasiswaan.

Ikatan mahsiswa muhamadiyah juga merupakan organisasi Islam yang memiliki arah gerak dalam kehidupan mahasiswa dan masyarakat. IMM hadir tidak lain untuk menjalankan firman Allah SWT pada surat ali Imran: ayat 104 : “dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang orang yang beruntung”. Sejarah gerakan ikatan ini telah di warnai oleh jejak orang-orang yang bersungguh-sungguh, bukan oleh jejak orang yang santai, berlehai-lehai dan berangan-angan. Dunia di isi dan di menangkan oleh orang orang yang ingin merealisasikan cita cita dan harapan mereka dengan kesungguhan dan kekuatan tekad.

Ikatan Mahasiswa Muhammaddiyah yang mempunyai nilai dasar Intelektualitas, relegiusitas, dan humanitas. merupakan identitas bagi mahasiwa dalam pergerakkan yang berarti bahwa perjuangan perubahan untuk menciptakan keadaan baru dan bermakna, itu berada dalam genggaman  mahasiswa yang mempunyai peran penting untuk mengimplemtasikan nilai nilai dasar tersebut ke dalam setiap lini kehidupan.

Ikatan mahasiswa Muhammadiyah sebagai gerakkkan mahasiswa Islam yang mempunyai peran garda terdepan untuk melakukan perubahan, sudah berupaya untuk mempersiapkan pionir penerus bangsa sesuai dengan tujuan perkaderan yaitu dengan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan dirinya dalam gerakan-gerakan kebaikan. Maka posisi ikatan mahasiswa Muhammadiyah yang berada pada medium class dalam tatanan kehidupan bangsa, yang memiliki dua cabang pergerakan yaitu menjadi kontrol sosial pemerintahan dan pembangunan masyarakat.

Maka dengan demikian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai wadah atau lahan untuk mengaktualisasikan diri dan berproses merupakan upaya dari kesadaran mahasiswa untuk berikatan karna memang ikatan mahasiswa muhammadiyah secara ontologi adalah organisasi pergerakkan dan organisasi perkaderan, lantas apakah ikatan mahasiswa Muhammadiyah sudah menjadi rumah yang layak untuk di jadikan tempat berproses dan berjuang ? jawabannya “ kalo saya analogikan IMM adalah sebuah rumah, rumah yang sudah megah di dalamnya terdapat fasilitas-fasilitas dan elemen-elemen yang sangat kuat untuk mencetak kader kader yang anggun dalam moral unggul dalam intelektual sebagaimana slogan IMM yang sering di lontarkan.

Menyandang nama kader itu sendiri sangatlah berat di pundak IMM, karena memang Menjadi Kader sejatinya dalam pergerakkan dan perjuangan selalu di benturkan dengan problematika dan dinamika-dinamika, tetapi itulah seni menjadi kader dan di balik skenario yang harus di lewati oleh kader. Serta terdapat pula nilai-nilai yang membuat kita semakin dewasa dalam ber-IMM, artinnya bahwa untuk mengaktualisasikan diri kedalam gerakan-gerakan kebaikan di ikatan harus merasakan tekanan-tekanan. Karena hal itu adalah sebagian dari bumbu bumbu perjuangan.

    Kader IMM harus tahan banting dan tidak boleh lembek, Oleh karena itu saya pun teriingat pesan dari K.H Ahmad Dahlan yang masih terniang di benak pikiran “bahwa muhammaddiyah pada masa sekarang berbeda dengan Muhammadiyah pada massa mendatang” artinnya bahwa tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang kader sangatlah besar di masa yang akan datang. Maka Ikatan Mahasiswa Muhammaddiyah bukanlah tempat untuk mencari eksistensi, melainkan tempat dimana kader-kader bisa berproses dan berjuang untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ber IMM artinya kita juga BerMuhamadiyah ,maka ketika kader IMM sudah masuk kedalam lingkaran merah (IMM) maka dia tidak akan pernah bisa keluar masuk dengan seenaknya karena pada prinsipnya tidak ada istilahnya mantan kader ketika kita sudah berikrar untuk ber-IMM. Tendensi dan dinamika itu sudah menjadi konsumsi kader sehari hari. Serta hal yang sering terjadi dalam diri seorang kader ialah, ia terlalu khawatir dengan kesibukan-kesibukan di IMM sehingga hal itu bisa menghambat akademik. Maka ingatlah kawan “Berjuang tak sebercanda itu”.  Jika kita ingin sukses kuliah maka hal yang harus dilakukan ialah mengorbankan organisasi , jika kita ingin sukses organisasi maka yang harus dikorbankan adalah kuliah, dan jika kita ingin sukses kuliah dan organisasi maka yang harus dikorbankan adalah diri kita sendiri. Kita harus ingat pada prinsipnya kuliah itu adalah prioritas dan organisasi itu adalah totalitas.

Dengan demikian Kenapa sekali IMM harus tetap IMM ? Karna memang sebagaimana yang telah Allah SWT janjikan “barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya” (QS. Az Zalzalah: 7). Selayaknya seorang petani, bersusah-susah dulu dan pada akhirnya dapat memanen hasilnya. Begitu juga dengan IMM, kader harus yakin bahwa dengan ber-IMM merupakan langkah untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT. Fastabiqul Khairat.

*Oleh : Ilham Bayu Pratama (Kabid Kader Imm Tamaddun Fai 2017-2018)

Share This Post

Leave a Reply