15 Bulan, IMM Malang lahirkan 3 Komunitas dan 1 Korps IMMawati

IMM-Malang.org — 15 bulan kepemimpinan Ketua Umum Adi Munazir, S.H., dan Sekretaris Umum (Sekum) Nur Alim Mubin M.A., S.Psi., Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya akhirnya Adakan Musyawarah Cabang (Musycab) IMM Malang Raya XXIII bertempat di PSPA Bima Sakti, Desa Songgo Kerto, Kota Batu, Malang, Jum’at (8/11).

Selama berjalannya roda keorganisasian, IMM Malang melahirkan tiga komunitas dan satu korps yang merupakan output dari program kerja yang telah dirancang oleh seluruh pimpinan. Tiga komunitas itu adalah Komunitas Kapas Merah, Komunitas Komite Gerakan dan Komunitas Titik Sentral dan korps IMMawati.

Komunitas Kapas Merah terbentuk setelah adanya diklat Sekolah Pemberdayaan Masyarakat (SPAM) Nasional (3-6/05) yang diselenggarkan di Balai Peternakan Kota Batu dengan tujuan “Kader lulusan SPAM bisa diikat dan ini bisa berkelanjutan” ujar Ari Abdillah, Ketua Bidang (Kabid) SPM PC IMM Malang Raya Saat diwawancarai, (15/11).

Secara filosofis, lanjut Ari, IMM Malang Raya berfikir bahwa komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat belum ada di Malang karenanya diperlukan wadah buat kader-kader yang berminat dibidang itu.

“Sesuai dengan bentuknya, komunitas ini bergerak diranah pemberdayaan masyarakat otomatis arah geraknya langsung praksis dilapangan untuk melakukan pemberdayaan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain”, Tambah pria asal Lamongan ini.

Follow up dari Sekolah Gerakan (seger) yang dilakukan oleh Bidang Hikmah juga menelurkan satu wadah baru bernama Komite Gerakan. “Alumni dari seger yang tergabung dalam Komite sudah melakukan penyikapan diantaranya aksi massa pada Hari Tani serta panggung budaya peringatan hari pahlawan” Ujar Randi Satrizal Silatulumamina, S.Pd., Kabid Hikmah.

Lebih lanjut, Randi menjelaskan bahwa Komite ini dapat membantu jalannya pergerakan bidang hikmah yang berkelanjutan sehingga mampu membumikan gerakan IMM Malang Raya.

Kegiatan Forum Cendikiawan Merah (FCM) Nasional (15-29/01) dari Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) juga berhasil melaunching komunitas Titik Sentral (6/05).

“Titik sentral ini harapannya bisa menjadi wadah kader kader sebagai pusat metodelogi riset” Kata Zaki Ma’ruf, S.H., Kabid RPK ketika dihubungi via WhatsApp.

Zaki berhapap bahwa jika komunitas ini berjalan mampu melakukan advokasi berbasis data dari hasil pengembangan riset atas permasalahan kebangsaan. “Sehingga tidak bingung lagi, karena ada wadahnya” Jelas pemuda asal Madura ini.

Dari bidang IMMawati yang diketuai oleh Miftahul Jannah, S.Pd telah berhasil melahirkan Korps IMMawati “Kami bermaksud untuk mendiasporakan kader-kader, jadi ini sebagai wadah untuk memetakan kader di ranah persyarikatan, ummat, dan bangsa” Kata Setia Alam, S.Mt., Sekretaris Bidang IMMawati.

Setia, panggilan akrabnya, menambahkan bahwa korps ini berperan sebagai promotor gerakan IMMawati Malang Raya dalam rangka mengghidupkan peran IMMawati di setiap komisariat. (NFR)

Share This Post

Tinggalkan Balasan