IMM Bangga Punya IMMawati!.

Kehadiran IMMawati  merupakan salah satu faktor Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bisa menjadi organisasi yang besar seperti saat ini. IMM patut bersyukur, dengan kehadiran IMMawati di dalam tubuh IMM membuatnya menjadi organisasi yang dinamis dan sangat cocok untuk membangun tradisi intelektual yang hari ini mulai ditinggalkan oleh banyak generasi muda. Peran IMMawati yang begitu signifikan dalam menjalankan dan merawat keberlangsungan IMM sebagai organisasi intelektual tidak perlu diragukan, semangat pembaharuan yang teraptri di dalam jiwa seorang IMMawati sangat terlihat ketika para IMMawati bergerak untuk membangun kemaslahatan ummat, bangsa dan Negara.

Salah satu tokoh perempuan panutan IMM , yakni Ny. Elyda Djazman pun adalah seorang perempuan yang lahir dari rahim IMM dan besar dengan menyandang nama IMMawati dipundaknya. Kebanggannya sebagai seorang IMMawati terlihat tatkala beliau dengan tulus mengabdi baik di IMM, maupun di perseyerikatan Muhammadiyah. Beliau bahkan menjadi Ketua Umum PP Aisyiah selama tiga periode. Waktu yang cukup lama bagi sebuah organisasi sekaliber Aisyiah. Ny. Elyda adalah seorang IMMawati yang dikenal sangat tangguh, cerdas, dan terampil dalam mengelola organisasi, pengalamannya yang sangat banyak membuatnya mampu membesarkan nama IMMawati dan Persyerikatan hingga ke tingkat internasional.

Meskipun beliau merupakan istri dari seorang Djazman Alkindi (pendiri IMM dan ketua IMM pertama), tapi beliau bukanlah besar karena kehadiran suami. Justru Ny. Elyda tumbuh menjadi kader Muhammadiyah saat masih berusia belia. Karena semangat ber-Muhammadiyah sudah dimilikinya sejak belia itulah yang menghantarkan beliau menjadi seorang tokoh panutan bagi kader-kader muda Muhammadiyah, khususnya IMM. Perannya sebagai seorang perempuan dalam dunia public begitu terasa saat masih aktif di Aisyiah, di mana beliau banyak berkutat pada isu-isu perempuan seperti TKW, Pekerja Seks, dan seputar kesehatan. Beliau bahkan sering diundang untuk menjadipembicara di foruminternasional di sejumlah Negara Eropa dan Asia, termasuk di forum World Healt Organization (WHO). IMM tentu bangga dengan sosok beliau, seorang IMMawati yang selalu memberikan contoh bagi kader muda dalam ber-Muhammadiyah dan ber-IMM. Sebagai seorang IMMawati, beliau tidak hanya panutan bagi kader-kader Muhammadiyah, namun juga panutan yang sangat disegani di dunia karena kemampuannya yang jarang dimiliki oleh perempuan manapun.

Selain itu, satu hal yang tidak bisa lepas dari beliau adalah daya kritis dan sikap proaktif yang selalu menjadi ciri khas. Daya kritis dan sikap proaktif yang selama ini menjadi ciri khas beliau harus dipegang teguh dan dicontoh oleh para IMMawati dewasa ini. Hal ini sangat penting untuk ditumbuhkan agar IMMawati tidak kehilangan identitasnya sebagai seorang aktivis Muhammadiyah yang banyak mengurusi masalah ummat. Seorang IMMawati harus mampu menumbuhkan daya kritis karena perannya sebagai kaum intelektual yang berfungsi untuk melahirkan sebuah gagasan perubahan dan problem soulving bagi setiap masalah yang ada. Sama halnya dengan sikap proaktif yang merupakan bentuk impelementasi dari kompetensi humanitas yang selama ini menjadi identitas seorang kader IMM. Seorang kader Muhammadiyah, khususnya IMMawati juga perlu memupuk sikap proaktif agar menjadi manusia-manusia yang berfungsi secara sosial. Proaktif dalam hal ini adalah sikap yang dibangun dan disalurkan dalam wilayah-wilayah kemanusiaan yang hari ini miskin akan perhatian publik. Di tengah maraknya dehumanisasi yang terjadi, sikap proaktif adalah solusi agar masalah ini tidak menjalar ke mana-mana dan berdampak pada stabilitas hidup masyarakat yang kadung terbengkalai.

Lantas, mengapa IMM harus bangga memiliki IMMawati?

Kisah Ny. Elyda adalah satu dari sekian banyak contoh yang bisa kita lihat jika membicarakan peran IMMawati di IMM. Kebanggan IMM terhadap IMMawati bisa dirasakan pada dua hal. Pertama, IMM patut merasa bangga terhadap IMMawati karena perannya dalam menjaga eksistensi IMM hingga hari ini. Peran IMMawati yang sangat terasa dalam IMM adalah kehadirannya yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendorong spirit perjuangan kader-kader IMM dalam menghentaskan berbagai pesoalan ke-ummatan. IMMawati yang perannya sebagai penopang perjuangan IMM mampu menghadirkan kenyamanan dan semangat berjuang yang tidak pernah sulut, bahkan terus berkobar hingga ke sanubari.

Maka tak salah jika IMMawati kita pandang sebagai perempuan laksana Khadijah yang selalu meyakinkan Muhammad dalam membawa risalah Tuhan agar sampai kepada ummat manusia, tsk dslsh pula bila IMMawati dianggap laksana Fatimah yang tiada henti mendampingi Soekarno dalam menjaga Indonesia agar tidak direbut oleh para penjajah, atau IMMawati laksana Walidah yang senantiasa ada ketika Ahmad Dahlan tengah tepuruk karena fitnah yang didapatkannya akibat mendakwahkan kebenaran Islam. Kebesaran IMM sebagai salah satu organisasi mahasiswa banyak disebabkan oleh kehadiran IMMawati yang tidak pernah berhenti menopang perjuangan IMM di tengah masyarakat. IMMawati bagi IMM bagaikan alas peradaban, tanpa IMMawati IMM hingga hari ini tidak akan mampu berbuat banyak untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Kedua,  kehadiran IMMawati membuat IMM sangat terbantu dalam mengaktualisasikan gerakan sosial yang selama ini menjadi identitas gerakan. IMMawati sebagai makhluk Tuhan yang sangat istimewa diberkahi dengan jiwa sosial yang tinggi menguatkan identitas gerakan humanitas IMM. Di tengah kondisi bangsa yang terus ditimpa berbagai konflik sosial, seperti kesenjangan, kemiskinan, dan ketertindasan, IMMawati hadir sebagai motor penggerak perubahan demi terwujudnya masayarakat utama. Hal ini bisa kita lihat dari apa yang telah dilakukan oleh Ny.  Elyda Djazman yang kala masih aktif di struktur persyerikatan, bahwa sebagai IMMawati dia tidak pernah berhenti untuk menyuarakan kepeduliannya pada persoalan-persoalan sosial yang ada, terlebih lagi pada persoalan-persoalan perempuan.

Maka wajar saja bila IMM begitu bangga memiliki IMMawati, karena peran krusialnya dalam mengawal gerakan yang telah digagas oleh IMM sejak berdiri. Ketabahan dan keikhlasan untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat membuat IMM masih bisa dirasakan perannya sebagai salah satu organisasi yang penting bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, kehadiran IMMawati juga membuat IMM menjadi organisasi yang egaliter, menjunjung persamaan, dan menjadi organisasi yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. IMMawati adalah tumpuan bagi IMM, tanpa IMMawati IMM menjadi oganisasi yang pincang dalam mengarungi gerak dan langkahnya sebagai organisasi yang didirikan untuk membela kepentingan ummat. IMMawati dengan segala hal yang melekat pada dirinya penyempurna bagi IMM dan Perseyerikatan Muhammadiyah.

**Nur Alim MA Sekretaris Umum PC IMM Malang Raya

Share This Post

Tinggalkan Balasan