Pradana Boy ZTF: Teori Sekularisasi Berger Telah Runtuh.

imm-malang.org, Malang – Kajian Seri Literasi Agama & Masyarakat dengan tema Ragam Orientasi Umat Beragama Islam di Indonesia yang di gelar di Gazebo Literasi Malang menghadirkan Pemateri tunggal Dr. Pradana Boy ZTF yang juga sekaligus sebagai Pembina Gazebo Literasi, Jumat Malam (09/03/18).

Mengawali kajian yang dihadiri oleh puluhan aktivis mahasiswa dan Dosen, Pradana Boy menjelaskan pengantar singkat mengenai setting sejarah dan ekspresi perkembangan Islam di indonesia khususnya tentang kedekatan Soekarno dengan Gubernur Aceh Tengku Daud Beureuh dalam pembelian pesawat Kepresidenan diawal-awal kemerdekaan.

Mengutip teori Peter L Berger Seorang Pakar Sosiolog Agama Pradana Boy mengatakan bahwa modernitas membawa peran agama semakin terpinggirkan “Teori ini telah runtuh dan Berger sebagai seorang sosiolog mengakui kekeliruannya” Tegasnya

Mantan Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini kemudian mencontohkan gairah ekspresi beragama di Perguruan tinggi semenjak tahun 1980-1990an. Kemunculan Gerakan Tarbiyah, Lahirnya LDK, Kelahiran HTI serta deklarasi Kelahiran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tidak hanya itu, Kemunculan Gerakan Intifadha Palestina, pendirian Harvard University dan Yale University oleh sekelompok puritan Kristen bahkan semakin meningkatnya ekspresi beragama di Eropa dan Amerika yang memunculkan Xenophobia (Takut terhadap orang asing).

Lebih lanjut, Mas Boy sapaan akrabnya menambahkan bahwa faktor politik dan peradaban membawa perubahan dalam praktek beragama. “Ada empat orientasi beragama umat islam yaitu, politik, ekonomi, ideologi dan Peradaban” Papar Boy.

Boy sendiri menekankan pentingnya memahami praktek beragama dalam tiga pendekatan yaitu Islam sebagai doktrin yang meliputi Aqidah, Syariah, Akhlaq yang tidak boleh berubah. Islam sebagai disiplin ilmu meliputi Fiqh, Kalam dan Falsafah. Yang terakhir Islam sebagai
praktik dan gejala sosial seperti praktek beragama di Indonesia yang berbeda dengan praktik beragama di Malaysia.

Gazebo Literasi sendiri selalu diramaikan dengan kegiatan aktivis Mahasiswa dan Komunitas dengan berbagai sajian menu Literasi yaitu Literasi Agama, Literasi Sosial, Literasi Budaya, Literasi Sastra, Literasi Pendidikan, Literasi Media, Literasi Film, Literasi Sejarah, Literasi Peradaban Literasi Bencana dan Kajian Tahfiz Quran Tematik (TQT). Konsep Gazebo Literasi sendiri adalah berbentuk Cafe yang beralamat di Jalan Raya-Dermo Mulyo Agung, Malang. (Naz).

Share This Post

Leave a Reply